25 Desember 2012

Mudik Lebaran Cuma 50.000 dengan AirAsia.com

Mudik Lebaran Cuma 50.000 dengan AirAsia

Mudik lebaran dengan harga tiket yang sangat murah, siapa yang nolak? Iya nggak? Inilah yang terjadi pada saya untuk mudik lebaran tahun ini. Saya hanya perlu mengeluarkan dana 50.000 untuk tiket pesawat dari Jogja ke Jakarta. Saya mudik berempat bersama dengan kakak perempuan, kakak ipar, dan keponakan saya yang masih berumur dua tahun. Otomatis untuk terbang berempat, kami hanya mengeluarkan uang sebesar 200.000 untuk tiket pesawat, belum termasuk airport tax ya. Tapi tiket ini sudah dibeli jauh-jauh hari, kurang lebih setelah lebaran tahun 2011. Berarti sekitar 11 bulan sebelumnya. Hahaha. Maskapainya apalagi kalau bukan perusahaan IT yang ngaku-ngaku sebagai operator penerbangan, AirAsia.com. ;)

Memang sih, perjalanan tersebut hanya sampai di Jakarta saja. Sementara saya mudik ke Lampung. Dari Jakarta ke Lampung kami sengaja memilih perjalanan darat karena ongkosnya yang lebih murah dibandingkan dengan perjalanan udara. Lagipula dari Jakarta ke Lampung sudah tidak terlalu jauh lagi kok. Jika perjalanan lancar, hanya sekitar tujuh jam saja dengan kombinasi berbagai sarana transportasi dari Bandara Soekarno-Hatta hingga tiba di kampung halaman.

Kami berangkat pada tanggal 14 Agustus 2012 dengan penerbangan Indonesia AirAsia QZ-7557 yang dijadwalkan berangkat pukul 12.50. Namun secara aktual pesawat berangkat lebih cepat lima menit. On time performance yang sangat bagus menurut saya. Bagi kalian, kalau naik AirAsia jangan sering ngaret datang ke bandara ya. Berdasarkan pengalaman, maskapai yang satu ini cukup on time bahkan sering kali berangkat lebih dulu dari jadwal.

Awalnya si kecil yang begitu bersemangat karena baru pertama kali naik pesawat mendadak nangis terus karena takut dengan deru mesin pesawat yang cukup dekat saat berada di ruang tunggu. Untungnya rewel nggak terlalu lama dan saat boarding udah nggak rewel lagi, malah udah bisa ketawa-ketawa.

Mudik Lebaran Cuma 50.000 dengan AirAsia

Pesawat yang akan membawa kami ke Jakarta kali ini adalah Airbus A320-216 dengan registrasi PK-AXH berkapasitas 180 tempat duduk. Usia pesawat masih cukup muda, sekitar 3,5 tahun karena baru dikirimkan oleh Airbus kepada Indonesia AirAsia pada akhir April 2009.

Boarding berlangsung sangat cepat karena hanya sekitar 50-60 persen kapasitas pesawat yang terisi. Ya semua tahu lah, kalau orang mudik itu kebanyakan dari Jakarta ke Jogja, bukan dari Jogja ke Jakarta. Jadi ya wajar kalau untuk rute saya ini sering kali dapat harga murah meskipun musim lebaran. Lha wong pesawatnya aja kosong gini kok.

Kami menempati tempat duduk nomor 16A, 16B, 16C, dan 16D. Saya nggak beli "pick a seat" sih tapi kebetulan dapat tempat duduk yang berjejeran. Saat kami duduk, seorang pramugari mengumumkan untuk tidak mengenakan sabuk pengaman terlebih dahulu karena pesawat sedang diisi bahan bakar. Proses boarding malah sudah selesai sebelum proses pengisian bahan bakar selesai. Begitu bahan bakar selesai diisikan ke tangki pesawat, pintu pesawatpun ditutup. Disini si kecil tanya terus dan nggak sabaran pengen cepat berangkat. Akhirnya pesawat take off juga dengan mulus dari Runway 27 Bandara Adi Sucipto.

Mudik Lebaran Cuma 50.000 dengan AirAsia

Sepanjang perjalanan si kecil ribut mulu ngajakin mainan. Segala macam hal ditanyain. Si kecil keponakan saya ini memang terkenal cerewet dan sangat dekat dengan saya. Padahal ketemunya juga jarang-jarang, belum tentu dua bulan sekali. Jadilah kedua orang tuanya yang merdeka, sedangkan si kecil gelendot terus ke saya. Hahaha..

Mudik Lebaran Cuma 50.000 dengan AirAsia

Perjalanan dari Jogja ke Jakarta sih cukup singkat, hanya sekitar 50 menit. Istilahnya duduk aja belum nyaman udah mau mendarat lagi. Nah saat pesawat turun dari ketinggian jelajah ini saya merasa bagian belakang kepala saya sakit sekali. Saya mencoba memejamkan mata, namun mata saya juga terasa sangat sakit. Pandangan saya sudah mulai gelap, berkunang-kunang, dan nyaris pingsan. Untung saja pesawat segera mendarat di Bandara Seokarno-Hatta, Jakarta. Jika menunggu lebih lama lagi pasti saya sudah pingsan di pesawat. Di darat rasa sakit itu perlahan mulai hilang. Ada yang tahu nggak kira-kira kenapa ya ini? Berkali-kali naik pesawat baru kali ini saya merasakannya. Ternyata kakak perempuan saya juga merasakan hal serupa. Terasa sakit dan nyeri di kepala bagian belakang saat proses descend, tapi perlahan hilang beberapa detik menjelang pendaratan.

Mudik Lebaran Cuma 50.000 dengan AirAsia

Mudik Lebaran Cuma 50.000 dengan AirAsia

Saya sengaja turun dari pesawat agak belakangan setelah semua penumpang turun. Masih terasa pusing saat berdiri dari tempat duduk. Untuk ke terminal ternyata dijemput dengan bus karena pesawat parkir di apron yang agak jauh dari terminal. Sesampainya di terminal pun kami nggak langsung keluar karena si kecil ngajak mainan dulu di arena bermain. Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta memang disediakan arena bermain untuk anak-anak di lantai dasar.

Setelah si kecil sudah merasa bosan, kami langsung keluar terminal dan pesan taksi. Kami naik taksi burung biru ke pool Bus Arimbi yang ada di Cikokol (atau Kebon Nanas ya?) Tangerang. Naik taksi ini cuma habis 50.000 aja karena jaraknya nggak terlalu jauh dari bandara. Sampai di pool Arimbi sudah ada bus yang akan berangkat menuju Merak. Jadi kami tidak perlu menunggu lagi.


Perjalanan dari Tangerang ke Pelabuhan Merak membutuhkan waktu kurang lebih dua hingga tiga jam, tergantung kondisi lalu lintas di jalan. Ongkos busnya sih 18.000-20.000 aja. Umumnya kalau sore hari di Cikokol/Kebon Nanas ini agak macet karena banyak karyawan pabrik yang pulang kerja. Otomatis juga banyak angkot yang ngetem seenak jidat.

Beruntung perjalanan kami dengan Bus Arimbi cukup lancar. Sekitar pukul lima sore lebih kami sudah tiba di Pelabuhan Merak. Saya sendiri agak terkejut kok tumben sangat cepat, padahal di Cikokol tadi agak tersendat saat akan keluar dari Tangerang.

Meskipun sudah musim mudik, tapi di loket khusus penumpang Pelabuhan Merak tidak ada antrian sama sekali. Kami dengan cepat membeli tiket kapal yang harganya belum berubah, masih 11.500 per orang. Setelah membeli tiket kami naik ke lantai dua dan di arahkan oleh petugas menuju kapal yang akan berangkat. Benar-benar perjalanan yang nggak ada istirahatnya. Kami berganti dari satu moda transportasi ke moda transportasi yang lain begitu cepat, nyaris tanpa jeda.

Mudik Lebaran Cuma 50.000 dengan AirAsia

Meskipun tadi di loket penumpang pejalan kaki sangat sepi, namun kapal cukup penuh. Rata-rata mereka ini penumpang dengan kendaraan pribadi dan bus. Mau ke ruangan kelas I juga udah pada penuh, nggak nyaman. Jadilah kami memilih ngemper di deck kapal sambil melihat pemandangan di malam hari didampingi satu cup pop mie dengan bau MSG yang sangat menusuk untuk berbuka puasa. Si kecil juga terlihat cukup senang naik kapal ini. Terlihat di berlari kesana-kesini dengan riang, tapi nggak sadar kalau sedang berada di atas kapal karena berkali-kali tanya ke mamanya, "Ma mana kapalnya?" Padahal kapalnya udah berangkat dan sampai di tengah laut. Hahaha..

Mudik Lebaran Cuma 50.000 dengan AirAsia

Perjalanan dengan kapal ferry dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni ini butuh waktu sekitar tiga jam jika tidak ada antrian saat bersandar. Kalau harus antri ya bisa lebih lama lagi. Lagi-lagi kami beruntung karena kapal bisa tiba di Pelabuhan Bakauheni Lampung cukup cepat. Sekitar jam sembilan malam kapal sudah mendarat di Pelabuhan Bakauheni dan kami sudah dijemput oleh ayah dan om saya.

Perjalanan ini belum berakhir lho. Kami masih harus menempuh perjalanan sekitar satu jam lagi melewati jalur lintas timur Lampung untuk sampai di rumah. Barulah sekitar pukul 10 kami tiba di kampung halaman. Ibu yang sendirian di rumah sudah menunggu membukakan pintu. Senangnya bisa kumpul dengan seluruh anggota keluarga komplit saat lebaran tanpa ada yang berhalangan.

Kalau dihitung, perjalanan kami ini membutuhkan waktu kurang lebih 9 jam. Berangkat dari Jogja pukul 13.00 dan tiba di rumah pukul 22.00. Perjalanan yang lumayan cepat tapi cukup melelahkan juga. Total biaya yang dikeluarkan juga cukup murah lho untuk mudik kali ini.

Biaya:
Tiket Pesawat - 50.000
Airport Tax Bandara Adi Sucipto - 35.000
Taksi Bandara Soekarno-Hatta ke Cikokol - 50.000/4 = 12.500
Bus Arimbi Tangerang ke Merak - 18.000
Tiket Kapal Ferry - 11.500
Total - 127.000

Nah kan, hanya dengan uang 127.000 per orang sudah bisa mudik dari Jogja ke Lampung sekali jalan. Bahkan harga ini masih jauh lebih murah dibandingkan dengan tiket bus Jogja-Lampung yang berkisar antara 280.000-350.000 saat mudik lebaran. Saat ini kami juga sudah mengantongi tiket mudik untuk tahun depan dimana saya akan mudik melalui Semarang (Semarang-Jakarta) dengan harga tiket 5.000 sekali jalan, sedangkan kakak saya akan mudik bertiga (sekeluarga) dengan harga tiket Jogja-Jakarta 58.900 per orang. Operatornya tentu saja adalah si perusahaan IT yang nyamar jadi maskapai penerbangan, AirAsia.com. Mungkin kami masih akan menggunakan cara ini paling tidak sampai AirAsia atau LCC lainnya seperti Tiger Mandala dan Citilink buka rute Jakarta-Lampung dengan tiket super promo tentunya. Ya dengan AirAsia, Now everyone can fly bukan hanya sebuah slogan!



6 komentar:

  1. Wah,,aku 2thn kepungkur malah mudik 50rb ber2 boz ma bini,H̶̲̥̅̊ε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣̥=D=-?H̶̲̥̅̊ε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣̥=D=-?H̶̲̥̅̊ε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣̥=-?

    BalasHapus
  2. wuahhh muraaahh...lebaran kemarin saya abis sekitar 700rb hanya buat tiket kereta api saja, cuma dari cilacap-jakarta, PP. Btw, kalau saya sich telinganya aja yg sakit pas pesawat take off

    BalasHapus
  3. Waduhh! 700K buat tiket pp Jakarta-Cilacap pp? Mahal banget ya mbak.. :)

    BalasHapus
  4. Meutia Halida Khairani03 Januari, 2013 21:02

    murah ya.. trus worth lah karena cuma 9 jam udah sampe dengan harga semurah itu. tapi curang dapat promo siiiih. hmm, sakit kepala itu mungkin efek dari ketinggian dan karena sedang berpuasa kali yah.

    btw, sebenarnya saya sering baca postingan kamu di kantor. tapi kantor ngeblock disqus. pas nyampe kosan dan mau komen lagi, keburu lupa. jadi aja jarang komen.. :(

    BalasHapus
  5. iya sih mut tergolong murah untuk perjalanan 9 jam. dari jogja ke lampung kalo naik bus pas musim lebaran aja bisa sampe 350.000.


    nggak masalah mut, sekarang juga postingnya udah nggak seintens dulu.. sibuk euy.. :))

    BalasHapus
  6. Selain lewat Cikokol, ada alternatif lain angkutan dari Bandara Soekarno Hatta ke Pelabuhan Merak mas?

    BalasHapus