11 Desember 2012

Pulang ke Jogja Naik Odong-Odong ATR 72-500

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Hanya berselang beberapa hari setelah penerbangan saya dengan Citilink dari Jakarta ke Surabaya, saya pergi ke Jogja karena masa liburan masih cukup lama dan saya punya banyak waktu untuk pulang ke Jogja. Sebenarnya ini masih dalam rangkaian perjalanan nggak jelas yang dimulai pada akhir Juni hingga Agustus tahun ini dengan rute Surabaya-Solo-Jakarta-Lampung-Jakarta-Surabaya-Jogja-Jakarta-Lampung-Jakarta-Jogja-Surabaya. Mumet ya rutenya.. Wkwkwkwkwk...

Untuk angkutan penerbangan, saat ini sudah cukup banyak pilihan maskapai yang melayani rute Surabaya-Jogja dan sebaliknya. Wings Air dengan pesawat ATR 72-500 masih mendominasi rute ini dengan empat penerbangan setiap hari. Selain itu ada juga maskapai lain seperti Sriwijaya Air dengan pesawat Boeing 737-300, Express Air dengan Boeing 737-200/300/500, dan juga Batavia Air dengan Boeing 737-300. Tapi sepertinya sekarang Batavia sudah tidak melayani rute ini lagi sejak diberitakan mengalami kesulitan finansial.

Sebenarnya saya ingin sekali mencoba layanan Express Air. Maskapai ini memang banyak melayani rute Indonesia Timur. Adanya rute pendek Surabaya-Jogja yang dilayani oleh Express Air tentu saja cukup istimewa karena menjadi maskapai langka yang sulit ditemui di Indonesia Barat. Meskipun harga tiket Express Air cukup menggiurkan, tapi saya batal mencoba layanan dari maskapai ini karena jadwalnya yang kurang cocok. Ujung-ujungnya pilihan jatuh kepada Lion Air Group lagi. Apalagi kalau bukan Wings Air dengan pesawat baling-baling ATR 72-500. Harga tiket Wings Air saat itu memang cukup murah, nggak jauh beda dengan harga tiket Express Air. Hanya saja jadwal penerbangan Wings Air yang lebih banyak membuat saya memilih naik maskapai ini.

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Pada hari keberangkatan, saya ke bandara dengan taksi bersama partner in crime yang akan pergi ke Jakarta dengan Citilink. Sesampainya di bandara langsung saja check in di konter Lion Air yang ramainya luar biasa. Sudah jadi hal yang umum ya konter check in Lion/Wings Air selalu ramai di bandara manapun, tidak terkecuali Bandara Juanda. Padahal di Bandara Juanda ini konter Lion Air termasuk yang paling banyak, itupun belum bisa menampung para calon penumpang mereka dengan nyaman. Luar biasa memang maskapai milik Rusdi Kirana ini.

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Karena tidak ada barang yang dititipkan ke bagasi pesawat, saya melakukan check in dengan cepat. Sengaja saya memilih kursi dekat jendela di belakang agar pandangan tidak terhalang mesin dan sayap pesawat. Petugas check in dengan ramah memberikan tempat duduk yang saya inginkan tersebut. Tidak lupa juga bayar airport tax Bandar Juanda sebesar 40.000.

Selesai check in, saya dan partner in crime langsung ke lantai dua Bandara Juanda. Kami nggak langsung masuk ke gate mengingat gate kami berjauhan. Saya di gate 2, sedangkan partner in crime di gate 7. Kami menghabiskan waktu sampai panggilan boarding dengan ngobrol dan spotting beberapa pesawat yang lewat di apron. Jadwal penerbangan kami memang berdekatan, hanya berselisih sekitar 15 menit saja.

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Sebenarnya trafik Bandara Juanda pada pagi menjelang siang hari itu cukup ramai. Mulai dari Sriwijaya, Silk Air, Garuda, Citilink, Batavia, dan juga Lion Air yang tidak ada habisnya mondar-mandir di Juanda.

Sedang asyik-asyik ngobrol ternyata terdengar panggilan boarding untuk penumpang Wings Air IW-1811 tujuan Jogja. Ya udah deh, langsung ngacir ke ruang tunggu gate 2 dan langsung boarding. Untung saja security check di gate 2 nggak ramai dan pesawat yang akan saya naiki ini cukup on time.

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Pada penerbangan IW-1811 ini menggunakan pesawat baling-baling ATR 72-500. Banyak orang beranggapan bahwa pesawat baling-baling kuno, pesawat tua, dan tidak aman. Pernyataan tersebut menurut saya tidak benar. ATR 72-500 merupakan pesawat buatan ATR dari Uni Eropa. ATR sendiri masih menjadi bagian dari EADS yang merupakan induk perusahaan pesawat Airbus. Teknologi yang digunakan oleh pesawat ini juga sudah canggih, tidak kuno seperti yang dikatakan orang kebanyakan. Selain itu, ATR 72-500 sudah mendapat sertifikasi IATA, EASA, dan FAA. Menjadikan pesawat ini diijinkan terbang di langit Uni Eropa dan Amerika. Tidak perlu ragu untuk naik pesawat baling-baling yah! Aman kok naik pesawat ini.

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Sudah jadi hal umum di Bandara Juanda, jika naik pesawat baling-baling pasti naik bus dulu dari terminal menuju ke pesawat. Pesawat baling-baling umumnya parkir di bagian ujung di remote apron dekat dengan tower. Baik itu pesawat milik Wings Air maupun Merpati, semuanya terparkir disini.

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Kali ini saya mendapat bagian naik pesawat ATR 72-500 dengan registrasi PK-WFR. Sebelumnya saya sudah beberapa kali naik pesawat ATR 72-500 milik Wings Air yang lainnya dengan registrasi PK-WFI dan PK-WFO. Pesawat ATR 72-500 PK-WFR sendiri usianya masih cukup muda, belum genap dua tahun. Pesawat ini dikirimkan kepada Wing Air pada 13 Maret 2011 yang lalu. Sampai saat ini Wings Air sudah mengoperasikan 18 pesawat ATR 72-500. Jumlah ini akan terus bertambah hingga 60 pesawat, sehingga maskapai milik Lion Air ini akan menjadi operator ATR 72 terbesar di dunia.

Sebenarnya pada penerbangan ini tidak ada keistimewaan. Hampir sama seperti pada penerbangan saya dengan Wings Air sebelumnya. Di dalam pesawat ada dua orang pramugari yang siap membantu penumpang selama penerbangan. Kursi pesawat milik Wings Air ini cukup nyaman meskipun tidak terlalu luas untuk saya yang bertinggi badan 178 cm. Tapi masih lebih baik jika dibandingkan dengan kursi di pesawat Boeing 737-900ER Lion Air. Di dalam kantong kursi juga hanya terdapat majalah, kartu petunjuk keselamatan, dan invocation card (buku doa-doa).

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Satu hal yang perlu diperhatikan saat naik pesawat baling-baling ATR 72-500 milik Wings Air. Jika biasanya pada penerbangan Lion Air penumpang diijinkan membawa bagasi hingga 20 kg dan bagasi kabin 10 kg, pada penerbangan Wings Air bagasi yang diijinkan hanya 15 kg dan bagasi kabin sebesar 7 kg. Kalian mesti maklum ya, pesawat yang digunakan oleh Wings Air ini hanyalah pesawat kecil. Bagasi kabin tidak akan bisa menampung tas/koper gede-gede yang umum dibawa orang-orang Indonesia saat bepergian. Saya yang bawa backpack seberat 10 kg saja mesti dititipkan kepada pramugari dan ditaruh di belakang gallley.

Seperti yang sudah diduga, pesawat berangkat on time sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Cukup jarang loh saya mengalami delay saat naik Wings Air. Sepanjang penerbangan juga cukup nyaman, proses take off juga sangat mulus. Seperti pada penerbangan Lion Air, pada penerbangan ini tidak disediakan makanan ataupun minuman. Dulu sih penerbangan Wings Air ini diberi air mineral gelas, tapi sekarang sudah tidak ada lagi.

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih satu jam dari Surabaya ke Jogja ini terasa begitu tenang. Meskipun ini pesawat baling-baling, tapi suara mesin begitu lembut, tidak berisik. Ditambah lagi cuaca yang begitu cerah sepanjang Surabaya-Jogja menambah kesan sendiri pada penerbangan ini. Sepanjang penerbangan saya bisa melihat daratan yang begitu bagus. Daratan terlihat cukup jelas karena pesawat terbang tidak terlalu tinggi. Apalagi saat melintasi Kota Solo terlihat sebuat stadion. Mungkinkah itu Stadion Sriwideri atau Stadion Manahan?

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Cuaca yang begitu cerah ternyata tidak berlaku ketika melakukan approach ke Bandara Adi Sucipto, Jogja. Pesawat dari arah timur (Solo) mesti memutar ke arah pantai selatan dan nantinya akan landing dari Runway 09. Nah saat dalam perjalanan menuju arah pantai selatan ini pesawat dihadang awal hitam yang cukup tebal. Bukannya terasa menuruni ketinggian, sepertinya pesawat malah tancap gas dan semakin naik untuk menghindari awan. Sudah bisa ditebak, di dalam pesawat terasa goyang dombret seperti dikocok-kocok. Bahkan tidak jarang, pesawat seperti dihempaskan ke bawah. Ya miriplah seperti naik roller coaster. Beberapa penumpang di depan sampai ada yang teriak. Dua penumpang di seberang tempat duduk saya malah sampai muntah-muntah karena nggak tahan dengan goncangan-goncangan tadi. Syukurlah turbulence terjadi tidak lama, mungkin hanya sekitar 10 menit saja. Tapi itu sudah bisa bikin keluar keringat dingin. Hahaha..


Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG

Setelah berputar di daerah pantai selatan Jogja, pesawat kemudian mendekat ke Runway 09 Bandara Adi Sucipto. Pesawat mendarat dengan mulus di Jogja dengan cuaca yang cukup cerah. Heran, kenapa di atas daerah sekitar Kulon Progo tadi awannya gede-gede ya. Okelaah, selamat datang di Jogjakarta!!

Wings Air ATR 72-500 SUB-JOG


1 komentar:

  1. saya jg pernah naik pesawat ini..
    waktu itu penerbangan dari ambon menuju jogja transit dulu di juanda trs ganti pesawat ATR 72-500

    pas take off sama pas dah terbang sih nyaman tp pas posisi mau landing emang kerasa bgt goncangannya yg bikin sport jantung padahal waktu itu cuaca jogja cukup cerah

    BalasHapus