16 Desember 2012

Si Ratu Boko Yang Masih Tetap Cantik & Menarik

keraton ratu boko

Berwisata dari satu candi ke candi yang lainnya merupakan salah satu andalan pariwisata di Jogja. Salah satu candi yang jadi favorit saya adalah Candi Ratu Boko atau yang biasa juga disebut dengan Keraton Ratu Boko. Candi ini memang cukup menarik mengingat jaraknya tidak terlalu jauh dari Candi Prambanan, namun pengunjung yang datang tidak seramai Candi Prambanan.

Beberapa waktu yang lalu saya kembali ke Keraton Ratu Boko untuk kedua kalinya. Itu sekaligus memenuhi janji saya saat datang ke Keraton Ratu Boko beberapa tahun yang lalu bahwa saya akan datang kembali kesini.

Sepintas tidak ada perubahan setelah ke Keraton Ratu Boko beberapa tahun yang lalu. Tapi ada satu hal yang berubah sangat dratis. Apa itu? Harga tiket masuk. Keraton Ratu Boko memang masih satu pengelola dengan Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Efeknya ya harga tiketnya melambung sangat tinggi dibanding candi-candi yang lain. Dulu saat saya pertama datang kesini harga tiketnya 10.000, saat ini sudah mencapai 25.000!!

Dari segi tata ruang bangunan tentu saja tidak ada yang berubah sama sekali di Keraton Ratu Boko. Taman-taman yang menghias di sekitar candi masih tertata dengan rapi dan sangat baik. Kebangetan banget kan kalau sampai nggak keurus, wong harga tiketnya aja mahal. Dua buah gapura keraton yang menjadi ciri khas Keraton Ratu Boko juga masih berdiri kokoh. Mengambil foto beberapa angle di gapura ini sudah menjadi keharusan. Ya memang inilah yang istimewa dari Keraton Ratu Boko.

keraton ratu boko

keraton ratu boko

Keraton Ratu Boko ini memang cukup luas. Setelah meleati dua buah gapura sebagai pintu masuk, akan ada halaman yang cukup luas. Terserah saja mau mengarah kemana terlebih dahulu karena di dalam ada Candi Pembakaran, pendopo, kolam pemandian, dan juga goa.

Untuk yang pertama saya lebih memilih menjelajahi pendopo dan kolam pemandian yang terletak agak jauh dari gerbang. Saya masih sangat kagum bagaimana jaman dulu menyiapkan bangunan yang semegah ini.

Tepat di sebelah pendopo terdapat keputren yang dilengkapi dengan kolam pemandian. Memang bekas kolam-kolamnya masih ada dan terisi air. Tapi tentu saja saat ini sudah tidak difungsikan. Bagi pengunjungpun dilarang menggunakan kolam-kolam tersebut. Toh airnya bisa nggak jernih juga walaupun untuk sekedar cuci karena sepertinya air berasal dari tampungan hujan saja.

keraton ratu boko

Setelah puas berada di pendopo, saya bergeser ke goa yang ada di kompleks keraton. Disini terdapat dua buah goa yang namanya cukup unik, Goa Lanang dan Goa Wadon yang artinya pria dan wanita. So, goa ini sudah berpasangan. Sebelumnya saya membayangkan kalau goa yang ada disini masuk ke dalam lorong bawah tanah seperti goa pada umumnya. Tapi dugaan saya salah total! Goa di Keraton Ratu Boko hanya berupa bebatuan yang terdapat lubang pintu mungkin sedalam satu meter. Saya tidak tahu pasti apa fungsi goa ini. Tapi kalau kesini harap berhati-hati, jangan sampai mengagetkan muda-mudi setempat yang lagi asyik pacaran di balik goa. Jangan sampai kalian yang malah kaget melihat mereka. =))

keraton ratu boko

Dari kompleks Candi Ratu Boko kalian juga bisa lho melihat Candi Prambanan. Kalian bisa naik bukit yang terletak tidak jauh dari gerbang keraton dan Candi Pembakaran. Dari situ terlihat samar-samar bangunan utama Candi Prambanan. Kalau kalian teliti, sekilas tampak juga bangunan Candi Sewu yang masih satu kompleks dengan Candi Prambanan.

keraton ratu boko

keraton ratu boko

Biasanya banyak yang datang ke Candi Ratu Boko untuk melakukan photo session dengan model. Tempat ini memang sangat bagus buat hunting foto. Nggak jarang juga candi ini untuk melakukan foto pre-wedding. Minat foto pre-wedding disini? :D


2 komentar:

  1. belum,,,,
    pernah kesana.
    tapi pernahmbaca di blognya Una

    BalasHapus
  2. lain kali mesti kesini langsung mas :)

    BalasHapus