4 April 2013

Melihat Koleksi Sejarah dan Budaya Melayu Riau di Museum Sang Nila Utama

Museum Sang Nila Utama

Museum Sang Nila Utama adalah salah satu museum yang mungkin terbesar dan terlengkap di Pekanbaru. Museum ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman, sebuah jalan utama yang menghubungkan antara Bandara Sultan Syarif Kasim II dengan pusat kota.

Seperti halnya museum lain di Indonesia, pengunjung Museum Sang Nila Utama cukup sepi. Bahkan saya adalah pengunjung satu-satunya yang datang pada saat itu. Tapi di museum ini sudah ada dua orang petugas yang menjaga museum untuk menarik uang retribusi dan meminta pengunjung mengisi daftar tamu. Hal yang cukup disayangkan adalah pengunjung dilarang mengambil foto di dalam museum dan sayapun tidak diizinkan membawa kamera digital saya, sehingga saya sama sekali tidak membawa pulang foto interior maupun koleksi di Museum Sang Nila Utama.

Koleksi Museum Sang Nila Utama bisa dibilang cukup lengkap. Mulai dari koleksi berupa koleksi geologi, biologi, etnografi, arkeologi, sejarah, numismatik/heraldik, filologi, keramik, dan senirupa di Provinsi Riau.

Bagian yang cukup menonjol di museum ini adalah beberapa koleksi yang berupa merupakan salah satu ciri khas Riau, yaitu pertambangan minyak bumi. Tidak bisa dipungkiri lagi, daerah Riau khususnya Dumai dan Duri merupakan penghasil minyak bumi yang dikelola oleh Chevron.

Koleksi peralatan dan barang-barang tambang seperti mata bor, replika pompa ayun, batuan pembentuk minyak bumi, dan crude oil atau minyak mentah menjadi koleksi paling unik yang jarang ditemukan di museum lainnya.

Selebihnya, koleksi Museum Sang Nila Utama berisi aneka koleksi hewan yang telah diawetkan, koleksi benda-benda bersejarah (replika Candi Muara Takus, senapan, pedang), dan koleksi hasil kebudayaan (pakaian dan rumah adat dari berbagai kabupaten, keris buatan Riau, batik, keramik dari China, kerajinan dari logam, dan lain-lain). Selain itu terdapat pula koleksi foto-foto gubernur yang pernah memimpin Riau.

Jika dilihat, Museum Sang Nila Utama di Pekanbaru cukup terawa, rapi, dan memiliki koleksi yang cukup lengkap. Hanya saja seperti halnya museum lain di Indonesia, pengunjung yang datang ke museum tidak banyak.



0 komentar:

Posting Komentar