12 Mei 2013

Terlelap Saat Melintasi Kelok Sembilan Dalam Perjalanan Pekanbaru-Padang

Travel Pekanbaru-Padang

Setelah seharian berada di Pekanbaru, berkeliling kota sejenak menikmati aneka wisata budaya, sejarah, dan religi, serta menikmati aneka wisata kuliner yang enak-enak, pada malam hari saya sudah harus meninggalkan kota ini. Dari awal memang saya tidak ada rencana untuk mengeksplor Pekanbaru maupun Provinsi Riau secara menyeluruh. Pekanbaru hanya saya gunakan sebagai pijakan untuk ke tujuan utama saya di Sumatera Barat, karena tiket promo yang saya pegang adalah tujuan Pekanbaru. Toh pada prakteknya, lokasi Sumatera Barat hanya bersebelahan dengan Provinsi Riau.

Di Sumatera Barat, kota pertama yang akan saya tuju adalah Padang. Bagaimana cara ke Padang dari Pekanbaru? Banyak orang merekomendasikan travel sebagai kendaraan untuk pergi dari Pekanbaru ke Padang dan sebaliknya. Selain lebih nyaman, tentunya juga lebih cepat sampai. Selain travel sebenarnya ada opsi lain, seperti naik bus. Tapi, saya juga agak heran kenapa sangat jarang bus yang menghubungkan Pekanbaru dengan Padang. Memang ada bus, tapi cukup jarang, sehingga kurang fleksibel dari segi waktu. Apalagi jika ingin pergi di malam hari, dijamin sudah tidak ada bus lagi.

Untuk ke Padang, saya menggunakan jasa CV. Indah Travel yang kantornya berada di Jalan Pangeran Hidayat No. 2, Pekanbaru. Sangat mudah mencarinya kok karena lokasinya berada di tengah kota. Penggunakan travel inipun berkat tulisan Mas Goiq di blognya. Terima kasih ya mas. :D

Tiket travel dari Pekanbaru ke Padang dipatok dengan harga 115.000 per penumpang. Mobil yang digunakan sebagai travel ini berupa mobil Avanza, Xenia, Innova, Panther, APV, dan lain-lain. Satu yang pasti, mobil yang digunakan merupakan mobil plat hitam.

Kalian nggak perlu khawatir berdesak-desakan dalam travel. Travel di sini cukup nyaman kok, sesuailah dengan haganya. Travel yang saya naiki berupa mobil Panther, maksimal hanya diisi dengan limat penumpang. Satu penumpang di depan bersebalahan dengan sopir, dua di tengah, dan dua lagi di belakang. Jadi bisa dibayangkan betapa leganya.

Sekitar pukul 19.30 travel yang akan membawa saya ke Padang mulai berangkat. Saya adalah penumpang yang pertama naik karena naik dari kantornya langsung. Sementara penumpang lainnya mesti dijemput satu per satu. Butuh waktu sekitar 1,5 jam mungkin untuk menjemput seluruh penumpang dan travel baru benar-benar keluar dari Kota Pekanbaru mengarah ke Padang.

Sepanjang perjalanan saya memang ingin tidur, meregangkan otot-otot saya setelah seharian berkeliling Pekanbaru, sehingga keesokan harinya saya sudah fresh saat tiba di Padang. Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, jalan yang dilalui mulai berkelok-kelok, saya terbangun sesaat dan melihat keluar. Ya malam itu yang terlihat hanyalah jalan yang sepi dengan kanan-kiri hanya berupa hutan maupun semak-semak. Tidak lama kemudian sopir membelokkan mobilnya ke sebuah warung untuk istirahat sebentar. Saya sih nggak ikutan makan lagi karena perut sudah seperti akan meledak kekenyangan.

Setelah istirahat kurang lebih 20 menit, kami kembali melanjutkan perjalanan. Saya berusaha membuka mata lebar-lebar karena penasaran dengan yang namanya kelok sembilan, sebuah jalan berliku luar biasa yang dilewati dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Padang. Sayang, mata saya tidak bisa diajak kompromi dan malah terpejam lagi. Saya baru terbangun ketika mobil kembali berhenti di sebuah Rumah Makan Minang. Saya nggak begitu paham sudah sampai mana. Apakah kelok sembilan yang tersohor itu sudah terlewat atau belum, saya juga tidak tahu. Yang pasti, saya sudah berada di Tanah Minang!

Saat perjalanan kembali dilanjutkan, lagi-lagi saya tertidur pulas. Saya kembali bangun saat kendaraan ini telah tiba di Padang. Waah.. Berarti saya tidur sangat nyenyak. Dan yang bikin menyesal adalah saya melewatkan kelok sembilan. Kecewa sih pasti, tapi kalau nggak memang susah ditahan. :D

Saya tiba di Padang sekitar pukul 04.30. Jadi perlu waktu kurang lebih 9 untuk sampai ke Padang. Perjalanan panjang yang lumayan melelahkan, tapi saya bisa hemat penginapan satu malam karena bisa tidur di mobil. Hehehe.. Ya beginilah inisiatif traveler kere, perjalanan jauh lewat darat sebisa mungkin berangkat di malam hari. Kepada sopir, saya minta diturunkan di KFC yang berada di Jalan Ahmad Yani. Persis seperti Mas Goiq. Haha.. KFC ini memang buka 24 jam, jadi lumayan kan bisa buat nunggu paling tidak sampai matahari mulai kelihatan. Walaupun pagi-pagi seperti itu sangat nggak enak buat makan, tapi ya paling nggak saya pesan Chicken Fillet dan air mineral.

Sambil menikmati sarapan, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan para pelayan di KFC untuk menanyakan perihal hotel atau penginapan di sekitar sana. Tapi rata-rata menunjukkan hotel yang harganya lumayan mahal. Kalaupun murah, mereka menunjukkan yang harganya 200.000. Pastinya untuk traveler kere seperti saya lumayan berat jika harus mengeluarkan uang 200.000 untuk menginap di hotel. Setelah matahari mulai terbit, saya baru berjalan kaki meninggalkan KFC, mencari tempat menginap untuk satu malam saja di Padang sesuai yang ada di catatan saya. Anyway, selamat datang di Tanah Minang!! :D

Info:
CV. Indah Travel Pekanbaru
Jalan Pangeran Hidayat No. 2
Telp. (0761) 37467, (0761) 45881, (0761) 849455

CV. Indah Travel Padang
Jl Pemuda 4, Koto Marapak, Padang Barat
Telp. (0751) 20101,(0751) 21885



3 komentar:

  1. Iya mas, aku juga beberapa kali naik travel ke Padang lebih suka dalam kondisi tertidur waktu melewati kelok sembilan. pernah sekali terbangun dan agak mual... hahahahaha... http://goiq.blogspot.com

    BalasHapus
  2. yah sayang banget ya mut.. sejauh ini sih sumatera barat paling berkesan buat aku :p

    BalasHapus
  3. aku malah pengen melek, cuma nggak kuat :D

    BalasHapus