31 Maret 2016

Asyik Juga Menunggu Kereta Api di Loko Cafe Stasiun Gubeng


Jadi kemarin ini, Rabu (30/3/2016), saya melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Jogja dengan moda transportasi yang menjadi favorit saya, yaitu kereta api. Kenapa? Yang jelas karena harga tiket kereta api masih jauh lebih murah dibandingkan dengan tiket pesawat. Memang sih harga tiket kereta api masih lebih mahal kalau dibandingkan dengan bus, tapi cukup setara lah karena hanya membutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan, dibandingkan dengan bus yang bisa mencapai 10 jam perjalanan lengkap dengan atraksi sopir yang ugal-ugalan. 

Kemarin saya menggunakan jasa Kereta Api Sancaka Sore yang dijadwalkan berangkat pada pukul 17.25 WIB. Melihat kondisi cuaca Surabaya yang kurang mendukung, saya memilih bergegas ke Stasiun Gubeng, dan sudah sampai sana sekitar pukul 16.00 WIB. Daripada menunggu di peron, saya memilih menunggu di Loko Cafe yang terletak di bagian dalam Stasiun Gubeng. Soalnya penampilan cafe yang satu ini terlihat mencolok dan dilihat dari luar lumayan menarik perhatian. 


Begitu masih ke Loko Cafe, ternyata ruangannya tergolong kecil, namun tetap cozy dan fotogenik. Hanya ada beberapa bangku kayu yang berderet di sisi kanan dan kiri ruangan. Mungkin ruangan ini nggak akan mampu menampung 30 orang atau lebih. Beruntung pengunjung Loko Cafe sore itu sepi, jadi saya masih merasa nyaman berada di dalam. Ada juga bangku-bangku yang berada di luar. Paling nggak itu bisa mengakomodasi bagi pengunjung cafe yang ahli hisap. 

Memang ada menu apa saja di Loko Cafe? Ternyata lumayan banyak juga sih ya, mulai minuman panas dan dingin, makanan ringan, hingga makanan berat. Saya sampai bingung mau pesan apa. Walaupun akhirnya pesan Bebek Mayor dan Iced Caramel Cappuccino. Sempat pesan Zupa Zupa Soup juga, tapi sayangnya lagi kosong. Padahal Zupa Zupa Soup sangat direkomendasikan oleh teman yang sudah sering kali ke sini. 



Kali ini beralih ke makanan yang sudah saya pesan... Satu porsi Bebek Mayor rupanya sudah lengkap dengan nasi, sepotong bebek dengan ukuran yang besar, sambal, dan lalapan. Awalnya saya memang nggak tau Bebek Mayor itu seperti apa. Cuma tertarik karena menjadi menu best seller di Loko Cafe. Ternyata Bebek Mayor adalah bebek goreng. Menggorengnya sih nggak terlalu kering, terus ada kayak bumbu bebeknya gitu. Gimana rasanya? Bisa dikatakan rasa Bebek Mayor enak!! Daging bebeknya nggak terlalu lunak, tapi nggak alot juga. Tekstur dagingnya masih kerasa... Pas! Mantap! Nggak salah kalau jadi best seller... 

Salah satu yang spesial mungkin adalah sambelnya. Dia pakai sambel yang rasanya mirip seperti sambel bawang yang ditambah oleh irisan mangga. Rasa sambelnya pedes banget, dikombinasikan dengan rasa mangga muda yang asem, jadi unik! Beda dengan ukuran bebeknya yang besar, porsi sambel yang disertakan dalam menu Bebek Mayor cenderung sedikit. Masih kurang buat pecinta sambel kayak saya... 




Kelezatan menyantap Bebek Mayor semakin lengkap dengan kesegaran Iced Caramel Cappuccino. Menurut saya rasa Iced Caramel Cappuccino juga pas banget. Nggak terlalu manis, rasa caramel dan cappuccino-nya juga strong. Enak banget lah pokoknya... 

Satu porsi Bebek Mayor bisa ditebus dengan harga Rp 30.000, sedangkan Iced Caramel Cappuccino dihargai Rp 22.000. Harga makanan dan minuman lain kurang lebih ada di rentang antara Rp 6.000 sampai Rp 45.000. Harga yang cukup reasonable untuk sebuah cafe yang berada di dalam stasiun. Apalagi porsi makanan cukup besar, tempat nyaman, ada wi-fi, colokan listrik, dan pelayanan oke... Pokoknya Loko Cafe jadi tempat yang asyik menunggu kereta api di Stasiun Gubeng... 






0 komentar:

Posting Komentar