30 Maret 2016

Mengisi Waktu Luang Akhir Pekan di Coban Baung Pasuruan


Di update postingan yang pertama ini saya akan menulis tentang pengalaman jalan-jalan akhir pekan lalu yang masih fresh banget... Mumpung belum lupa... Jadi akhir pekan lalu, Minggu (27/3/2016), saya bersama sebut saja asisten, jalan-jalan ke Coban Baung yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Pasuruan. Sengaja milih lokasi yang dekat dengan Surabaya biar bisa tek-tok dalam waktu sehari. Apalagi kemarin adalah long weekend yang membuat berbagai tempat wisata unggulan penuh sesak. 

Nah... Coban Baung itu terletak di wilayah Kabupaten Pasuruan. Tapi lokasinya agak jauh dari Kota Pasuraun. Malah sudah mepet dengan wilayah Kabupaten Malang. Untuk mencari lokasinya gampang banget kok dan jaraknya nggak terlalu jauh dari Surabaya. Paling hanya sekitar 70-75 km saja yang bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam perjalanan menggunakan motor atau mobil. Saya sendiri kemarin ke Coban Baung naik motor karena lebih efektif dan efisien. Padahal punyanya ya cuma motor itu doang. Xixixixi...

Sudah saya katakan tadi, untuk mencari lokasi Coban Baung itu gampang banget. Tinggal jalan aja dari Surabaya ke arah Malang melewati jalur utama seperti Sidoarjo, Porong, dan Pandakan. Dari Pandakan masih terus saja ke arah Malang. Persis banget menjelang Kebun Raya Purwodadi, ada persimpangan ke arah kiri. Masuk aja sampai mentok dan ketemulah Coban Baung. Bisa dikatakan lokasi Coban Baung ini tepat berada di belakang Kebun Raya Purwodadi, tapi sayangnya nggak masuk ke dalam wilayah kebun raya. 

Untuk masuk ke Coban Baung, pengunjung hanya perlu membayar tiket yang relatif murah. Saya nggak begitu paham detailnya. Tapi kemarin masuk dua orang dengan motor hanya membayar Rp 20.000 saja. Mungkin karena belum begitu dikenal, Coban Baung ini nggak ramai pengunjung meskipun bertepatan dengan long weekend sekalipun. Sangat berbeda dengan Kebun Raya Purwodadi yang berada di depan, yang kalau saya lihat begitu ramai!

Track ke sungai di puncak air terjun
Saat menuju air terjun kemarin saya sedikit tersesat nih. Jadi dari parkiran motor sudah ada jalan setapak yang terbuat dari paving block. Jalan itu kemudian bercabang dua, lurus dan belok kanan. Dengan sok pede saya ambil yang belok kanan. Setelah ditelusuri terus kok semakin masuk ke dalam hutan yang sangat sepi, nggak ada pengunjung sama sekali. Kelihatannya jalan ini juga nggak pernah dilewati. Terbukti dari banyaknya rumah laba-laba yang membentang menutupi jalan. Tapi suara gemuruh air terjun yang terdengar jelas membuat saya dan asisten semakin semangat trekking hingga ke ujung jalan. Ternyata, di ujung nggak ada air terjun. Hahaha... Rupanya itu adalah jalan menuju sungai yang berada di puncak air terjun. Nggak masalah, toh tempatnya asyik juga buat foto-foto. Sayang air sungai di sini nggak jernih. 

Sungai di puncak air terjun
Puas berfoto di sungai yang berada di puncak air terjun, kami kembali ke titik awal untuk menuju jalur yang tepat ke dasar air terjun. Kondisi jalan menuju dasar air terjun ini nggak terlalu jauh, tapi cenderung menurun tajam. Nggak perlu khawatir terpeleset karena kondisi jalan sudah bagus dengan banyak anak tangga. Kalau turunnya enak, mungkin yang agak jadi PR nanti waktu baliknya. Tanjakan-tanjakan di anak tangga lumayan nampol juga lho!

Coban Baung
Terus gimana view di Coban Baung? Menurut saya sih biasa saja, nggak begitu istimewa. Mungkin kurang dapat kesan yang cukup menarik karena kondisi air yang nggak jernih. Malah berwarna coklat. Ntah memang karakter air di Coban Baung seperti ini sepanjang tahun atau hanya terjadi di musim hujan kayak sekarang? Kemudian walaupun judulnya berada di air terjun, tapi udara di sini cenderung gerah dan panas banget. Nggak seperti berada di pegunungan pada umumnya. Satu lagi, banyak fasilitas di Coban Baung yang sudah rusak dan nggak diperbaiki. Contohnya pendopo-pendopo buat neduh maupun bersantai sudah banyak yang keropos atapnya, kursinya pun pada jebol. Salah satu keunggulannya adalah Coban Baung masih amat sangat sepi. Cocok aja buat bersantai walaupun agak gerahan dikit. Hehehe... 

Edisi narsis



0 komentar:

Posting Komentar