4 April 2016

Mencicipi Sate Klathak Pak Pong yang Super Ramai...


Pergi ke Jogja rasanya nggak lengkap kalau nggak disertai dengan mencicipi aneka kuliner. Beberapa hari yang lalu saya ke Jogja dalam waktu yang cukup singkat untuk beberapa keperluan. Di sela-sela waktu yang mepet itu saya menyempatkan diri makan di Warung Sate Klathak Pak Pong yang terletak di Jalan Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta. 

Memang warung Pak Pong ini bukan satu-satunya warung sate klathak yang berada di Jalan Imogiri Timur dan sekitarnya. Banyak banget warung sate klathak di sini. Warung yang menjadi langganan saya sih biasanya di Warung Sate Klathak Pak Bari yang berada di dalam area Pasar Jejeran. Tapi nggak ada salahnya kalau sesekali mencoba Sate Klathak Pak Pong. Alasannya simple... Warung Sate Klathak Pak Pong ini gede banget dan pengunjungnya nggak pernah sepi. Itu yang membuat saya sangat penasaran mencicipi gimana enaknya sate klathak versi warung Pak Pong... 

Saya ke Warung Sate Klathak Pak Pong ini nggak sendiri... Melainkan bersama kakak perempuan saya bersama suaminya dan dua keponakan saya yang lucu-lucu. Ke sana malam hari setelah isya', kondisi warung seperti biasanya ramai banget... Menariknya Warung Sate Klathak Pak Pong ini luas, jadi bisa menampung banyaknya pengunjung. Ada tempat dengan kursi dan meja. Ada pula versi lesehan. Tinggal pilih saja sesuai selera.


Malam itu kami memesan empat porsi sate klathak, satu porsi tengkleng, satu porsi tongseng, empat nasi putih, dan empat minuman. Walaupun kondisi warung dalam keadaan ramai, tapi pelayanan dilakukan dengan cepat. Tidak perlu menunggu terlalu lama, menu-menu yang dipesan tadi sudah berada di atas meja dan siap disantap. Bagaimana rasanya? 

Saya highlight untuk sate klathaknya dulu deh... Menurut saya sih nggak mengherankan kalau Warung Sate Klathak Pak Pong selalu ramai. Lha wong porsi satenya amat sangat besar! Dalam satu porsi sate klathak itu sudah umum terdiri dari dua tusuk sate. Namun, di Warung Sate Klathak Pak Pong, irisan daging kambing di satenya itu besar-besar banget. Belum lagi daging yang disajikan dalam satu tusuk sate juga banyaaak!! Kayaknya saya belum nemu warung sate klathak lain yang porsinya sebesar ini. 

Soal rasa, sebenarnya nggak ada yang beda antara Sate Klathak Pak Pong dengan sate klathak lainnya. Rasanya gurih karena daging kambing dalam sate tidak diberi apa-apa. Daging kambing muda di dalam sajian sate inipun empuk, nggak alot. Hanya ada cita rasa asin yang membuat rasa sate begitu alami. Untuk makan sate klathak selalu disajikan dengan kuah gulai. Sayang rasa kuah gulai di Warung Sate Klathak Pak Pong agak hambar. Tapi menariknya, selain kuah gulai, di sini juga diberi sambel kecap sebagai teman untuk menikmati sate. 


Terus gimana dengan rasa tongseng dan tengklengnya? Mungkin lidah saya kurang berselera dengan tongseng buatan Jogja. Di manapun saya mencicipi tongseng di Jogja, rasa manisnya begitu kuat walaupun sudah pesen tongseng yang pedes. Termasuk di Warung Sate Klathak Pak Pong ini, rasa manis di tongseng lumayan mendominasi. Sedangkan untuk tengkleng saya nggak ikut mencicipi karena selain kurang suka dengan tulang belulang, juga perut sudah amat sangat kenyang... Memang yang istimewa rasa dan porsi sate klathaknya itu tadi... 

Yang membuat saya agak kaget ketika makan di Warung Sate Klathak Pak Pong adalah harganya... Bukan karena harganya yang mahal, tapi malah menurut saya tergolong murah untuk porsi makanan yang jumbo seperti itu. Saya sih nggak begitu hafal rinciannya... Kalau nggak salah seporsi sate klathak hanya dihargai Rp 19.000 saja, belum termasuk nasi lho ya... Nah, total pesananan empat porsi sate klathak, satu porsi tongseng, satu porsi tengkleng, empat nasi putih, dan empat minuman (es teh/es jeruk) cuma perlu dibayar dengan duit Rp 143.000 saja. Asyiknya di Warung Sate Klathak Pak Pong tersedia pembayaran melalui debit card, jadi nggak perlu khawatir kalau nggak bawa uang cash yang cukup...


0 komentar:

Posting Komentar