26 Juli 2016

Menengok Taman Purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur


Sudah sekitar dua bulan terakhir saya belum beranjak dari kampung halaman di Lampung Timur. Saat ada waktu luang, nggak ada salahnya kalau jalan-jalan di objek wisata di sekitar Lampung Timur. Memang benar, Lampung Timur nggak punya objek wisata yang cukup menonjol dan dikenal luas di kalangan traveler. Namun, Lampung Timur setidaknya masih punya peninggalan sejarah bernama Taman Purbakala yang terletak di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik! Seperti apakah penampakan Taman Purbakala Pugung Raharjo? 

Untuk menuju Taman Purbakala Pugung Raharjo bisa ditempuh dari Bandar Lampung dan Metro dengan perjalanan selama kurang lebih 1,5-2 jam. Kok lama? Iya, karena nggak sedikit spot jalan yang rusak lumayan parah, membutuhkan kesabaran ekstra ketika mengendarai motor atau mobil. Saya sendiri dari rumah yang berada di Kecamatan Jabung memilih menggunakan mobil untuk menuju Taman Purbakala. Paling nggak menggunakan mobil lebih aman dibandingkan dengan menggunakan motor. Bukan bermaksud menakut-nakuti, sudah menjadi rahasia umum wilayah Lampung Timur rawan begal!

Nah... Bisa dibilang lokasi Taman Purbakala agak tersembunyi. Dari jalan raya di depan pasar masih masuk ke dalam gang beberapa ratus meter dan berada di tengah area ladang atau perkebunan milik warga. Kalau nggak melihat papan petunjuk jalan, sebaiknya bertanya kepada penduduk sekitar biar nggak nyasar ya... Di Taman Purbakala sudah mempunyai area parkir yang luas dan representatif. Asyiknya lagi, kita nggak perlu mengeluarkan biaya tiket maupun uang parkir karena memang nggak ada yang jaga. Mungkin saking sepinya kali ya... Satu hal lagi, sebelum meninggalkan kendaraan, pastikan mobil atau motor terkunci dengan baik.

Petunjuk arah di dalam komplek Taman Purbakala Pugung Raharjo
Pintu gerbang Taman Purbakala Pugung Raharjo
Benteng tanah timur
Benteng tanah timur
Menurut sejarahnya, Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan peninggalan jaman megalitikum. Ada beberapa spot yang menarik dikunjungi dalam satu kompleks taman. Pertama yang bisa dilihat adalah pintu gerbang yang menyerupai bangunan candi. Kedua, ada gundukan tanah yang dipenuhi oleh rumput yang sangat rapi. Konon dulunya gundukan ini merupakan bekas benteng. Kemudian masuk lebih dalam terdapat komplek yang disebut dengan batu kandang atau batu mayat. Di dalam komplek batu kandang kita bisa melihat sekelompok batu besar yang disusun dalam bentuk empat persegi menghadap ke arah timur dan barat. Di bagian tengahnya ada batu bulat panjang yang di kedua ujungnya dipahatkan phallus alias lambang alat kelamin laki-laki. 

Komplek batu kandang atau batu mayat
Komplek punden berundak atau piramida
Komplek punden berundak atau piramida
Apakah cuma itu saja? Ternyata nggak kok... Masuk ke wilayah yang lebih dalam kita bisa melihat komplek punden berundak yang mirip seperti piramida. Mungkin piramida ini menjadi ikon bagi Taman Purbakala Pugung  Raharjo. Tidak jauh dari komplek punden berundak terdapat kolam megalitik atau kolam bertuah. Air kolam yang sangat jernih berasal dari sumber mata air di bawah pohon besar yang tidak pernah berhenti mengalir hingga sekarang. Suasananya lumayan adem di sekitaran kolam karena pepohonan begitu rimbun.

Komplek kolam megalitik
Komplek kolam megalitik
Komplek kolam megalitik
Komplek kolam megalitik
Komplek kolam megalitik
Overall, Taman Purbalaka Pugung Raharjo sangat rapi dan terawat. Taman ini nggak banyak berubah sejak tearkhir saya ke sini puluhan tahun lalu waktu masih kecil. Hanya saja promosi yang kurang dan faktor keamanan yang jauh dari kata bagus membuat pengunjung yang datang ke Taman Purbakala sangat sepi. Hal itu tentu saja menjadi PR besar bagi Lampung Timur jika ingin menggaet wisatawan yang lebih banyak... 


0 komentar:

Posting Komentar